Kamis, 06 Oktober 2011

MAKET SWALAYAN UNTUK MENGEMBANGKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN PADA ANAK USIA DINI

 
Maket Swalayan

Maket swalayan adalah suatu media pembelajaran bagi anak usia dini yang berbentuk miniatur dari sebuah bangunan swalayan dan berisi segala macam barang dagang yang akan dijual kepada konsumen dan terdiri atas miniatur orang yang berperan sebagai konsumen maupun sebagai kasir (penjual). Maket swalayan dapat dengan mudah dibuat dengan menggunakan bahan bekas yang ada di sekitar lingkungan dan menggunakan plastisin untuk sebagian dipakai pelengkap pembuatan media.
Kewirausahaan

Wirausaha (entrepreneur) adalah mereka yang mendirikan, mengelola, mengembangkan, dan melembagakan perusahaan atau usaha milik sendiri. Wirausaha adalah mereka yang biasa  menciptakan lapangan kerja bagi orang lain  dengan memberdayakannya. Dari definisi di atas, mengadung asumsi bahwa setiap orang yang sehat akal dan pikirannya dapat mempelajari kewirausahaan dan bisa menjadi seorang wirausaha.


Pendidikan yang berorientasi jiwa entrepreneurship, yaitu jiwa yang berani dan mampu menghadapi problem hidup dan kehidupan secara wajar, jiwa kreatif untuk mencari solusi dan mengatasi problem tersebut, jiwa mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.  Salah satu jiwa entrepreneurship yang perlu dikembangkan melalui pendidikan pada anak usia dini adalah kecakapan hidup (life skill).
Mien Uno mengatakan bahwa untuk menjadi wirausahawan handal dibutuhkan karakter unggul, yaitu meliputi: Pengenalan terhadap diri sendiri (Self Awareness), Kreatif, Mampu berpikir kritis, Mampu memecahkan permasalahan (Problem Solving), Dapat berkomunikasi, Mampu membawa diri diberbagai lingkungan, Menghargai waktu (Time Orientation), Empati, Mau berbagi dengan orang lain, Mampu mengatasi stress, Bisa mengendalikan emosi, Mampu membuat keputusan (Cermin Diri, 56).
Karakter tersebut akan terbentuk melalui sebuah proses yang panjang (Mien Uno). Jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) dapat ditanamkan oleh para orang tua ketika anak-anak mereka masih berusia dini. Kewirausahaan lebih mengarah pada perubahan mental. Jadi, tak perlu dipertentangkan, apakah kemampuan wirausaha berkat adanya bakat atau hasil pendidikan.
Melihat begitu panjangnya proses pembentukan jiwa kewirausahaan, dengan demikian sebagai pendidik dapat menerapkan hal tersebut dengan menggunakan media pembelajaran yang dapat menunjang peserta didik untuk lebih dan mudah memahami pembelajaran yang didapat. Salah satu contoh media yang digunakan adalah maket swalayan yang dimana dapat menggunakan metode pembelajaran bercerita, bermain peran.

Langkah-Langkah Strategi Penerapan

Bahan dan Alat yang Digunakan:

·               Papan, sterofom ( untuk alas )
·               Kardus bekas, kertas warna, kertas kado, perca flanel
·               Cat poster, lem, gunting, double tipe
·               Plastik mika ( sebagai kaca)
·               Kemasan produk bekas ( kardus dan plastik )
·               Sedotan ( sebagai botol soft drink )
·               Botol yacult ( untuk tempat sampah )
·               Perlengkapan lain ( gambar orang )

Cara Membuat Maket Swalayan :

·               Gunting kardus bekas tersebut menjadi sebuah bentuk yaitu dinding, rak, jendela dan pintu. Potong kardus untuk rak dikelupas sehingga menjadi bergelombang (digunakan) untuk rak ).
·               Pasang dan tempelkan sterofom ke papan dan selanjutnya tutup dengan kertas warna sebagai        alas.
·               Gabung bagian kerangka rak yang menempal di kardus sebagai rak yang ditembok. Selanjutan gebungkan antara potongan kardus dan potongan kardus satunya yang sudah dikelupas diberi penyangga di bawahnya.
·               Bentuk kardus bekas kemasan menjadi sebuah lemari es dan tempelkan plastik mika sebagai kaca pada pintunya, setelah itu beri diberi sekat pada dalam lemari es tersebut.
·               Kemudian bentuk sisa bekas produk bekas menjadi meja untuk kasir.
·               Bekas kemasan produk yang berupa plastik dipotong-potong dan dibentuk menyerupai produk-produk yang dijual, di dalamnya diberi potongan sterofom yang tidak terpakai.
·               Buat bentuk komputer dari sterofom yang dibungkus dengan kertas, untuk ditempel di meja kasir.
·               Tempelkan dinding, rak, lemari es, dan meja kasir pada alas. Kemudian tutup dinding luar dengan kertas kado serta cat dinding dalam dan rak-raknya.
·               Lapisi botol yacult degan kertas ditulisi 'tempat sampah', lengkapi rak dengan produk-produk miniatur yang dijual tambahkan gambar orang di dalam maket terakhir buat tulisan 'mini market' untuk memperjelas maket yang dibuat.







Cara Bermain:


·               Menyiapkan medianya yaitu maket swalayan, anak mengambil miniatur manusia.
·               Anak mulai berimajinasi dengan berperan sebagai penjual dan pembeli.
·               Bercerita sesuai dengan imajinasi sebagai penjual dan pembeli.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar